Diduga Merusak Mobil, Cakades Klapanunggal dan CS Dilaporkan Ke Polisi

0
174

B-CHANNEL, BOGOR – Pelaku perusak kendaraan roda empat yang diduga dari sekelompok pendukung calon kepala desa (Cakades) di Klapanunggal, Kabupaten Bogor berbuntut panjang. Sebab, pihak keluarga korban menuntut dan melaporkan para pelaku termasuk calon kepala desa Klapanunggal ke pihak Kepolisian Resor Bogor.

Kuasa hukum pemilik kendaraan berinisial HE melaporkan atas tindakan pengrusakan tersebut ke kepolisian Resor Bogor.

“Hari ini Senin (23/11/20) kami telah melaporkan tindakan pengrusakan kendaraan milik klien kami ke kepolisian Resor Bogor sebagaimana laporan polisi nomor LP/B/564/XI/2020/JBR/RES BGR tertanggal 23 November 2020,” terang Kuasa Hukum pelapor, RS Anggi Triana Ismail, Senin (23/11/20).

Pihaknya menegaskan akan terus mengawal kasus ini sampai dengan klien mendapatkan rasa keadilan. Sehingga publik dapat mengetahui secara terang benderang terkait kebenaran sejati dari kasus ini, tidak ada pemotongan cerita kembali.

“Bahaya ini, karena publik harus tau tentang kebenaran sejati dalam kasus ini.
Saya akan ungkap siapa-siapa saja yang terlibat didalam perkara ini. Karena publik sudah luput dengan keterangan AES yang di potong-potong itu. Dan sesungguhnya klien kami yang benar-benar mengalami kerugian sangat banyak dari peristiwa hukum ini.

“Dan barang tentunya kami pun tidak hanya akan menjalankan langkah hukum ini saja, saya akan membuat perhitungan dengan menjalankan seluruh upaya hukum yang ada. Kita lihat saja!,”tegas Anggi.

Anggi menuturkan kronologi, dimana permasalahan pengrusakan yang diduga dilakukan oleh pendukung berinisial AES dilakukan pada saat anak kandungnya GS dari klien mendatangi kediaman AES yang beralamat di Kampung Cimanggu RT.05 RW.05, Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor untuk mengklarifikasi terkait Video yang beredar dalam acara kampanye AES.

“Vidio tersebut AES diduga telah menghina keluarga besar Alm. DR. Tb. Munir Sasmita (suami klien) dengan perkataan yang bersifat penghinaan terkait gelar TB yang berarti Tubagus diplesetkan menjadi penyakit TBC (tuberculosis), serta gelar Doktor Honoris Causa yang didapatkan oleh Alm. DR. Tb. Munir Sasmita (suami klien) dikatakan, darimana gelar DR (HC) nya itu?,”tuturnya.

Anggi Triana Ismai menambahka, bahwa vidio berdurasi 54 detik yang membuat anak klien GS mendatangi kediaman AES untuk mengklarifikasi agar dalam kampanye tidak harus menjelekan keluarganya.

“Menurut kami ini bukan merupakan hal yang subtantif dalam proses pencalonan untuk menjadi seorang kepala desa.
Akan tetapi anak klien kami yang pada saat itu datang seorang diri malah di hadang oleh para pendukung AES yang menggunakan seragam serba hitam.

“Selain dugaan pengeroyokan kepada anak klien kami, kendaraan milik klien pun ikut menjadi sasaran pengrusakan sehingga menyebabkan kendaraan tersebut tidak dapat dipakai lagi, dan saat inipun kendaraan tersebut masih berada di kepolisian sektor Klapanunggal,”tandasnya.

Reporter: Risky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here