Disparbud Dan KCBI Gelar Lomba Disain Motif Kain Batik


B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor yang bekerjasama dengan Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) Cabang Bogor menggelar Lomba Disain Motif Kain Batik.

Lomba yang diikuti sebanyak 20 peserta diselenggarakan di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Jalan Pandu Raya, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Shahlan Rasyidi, Lomba Disain Motif Kain Batik merupakan salah satu gebyar ekraf (ekonomi kreatif) dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bogor yang ke 537.

“Tujuan lomba ini yakni untuk memasyarakatkan batik Bogor agar lebih dicintai warga Bogor dan mencari disain baru tetapi tetap menggambarkan cirikhas Bogor, agar banyak diminati konsumen atau wisatawan yang datang ke Bogor khususnya Kota Bogor,” ujar Shahlan saat ditemui media di ruang kerjanya, Selasa (28/05/2019).

Selain Lomba Disain Motif Kain Batik, Shahlan melanjutkan, ada beberapa gebyar ekraf lainnya yang akan memeriahkan HUT Bogor yang ke 537 seperti Festival Food, Festival Musik, Foto dan Film (5F).

“Di Festival Food kami akan menyediakan 4.000 piring toge goreng yang Insya Allah akan diselenggarakan pada tanggal 16 Juni 2019 di BTM dilanjutkan Festival Musik dari 16 Juni 2019 (babak penyisihan) hingga 17 Juli 2019 (babak final), lalu ada Foto (lomba foto selfie atau khusus) dan yang terakhir Film (pemutaran film),” kata Shahlan.

Ketua Komunitas Cinta Berkain Indonesia Cabang Bogor, Itje Sri Redjeki mengapresiasi Lomba Disain Motif Kain Batik yang diselenggarakan oleh Disparbud Kota Bogor.

“Tetapi saya meminta agar motif yang diangkat oleh peserta adalah motif Daun Talas dan Rusa (Kijang). Kenapa diwajibkan Daun Talas dan Rusa? ya supaya Bogor punya icon seperti Cirebon dengan megamendungnya,” kata
Itje yang sekaligus Ketua Dekranasda Kota Bogor.

Untuk pendukungnya agar motif batik terlihat lebih cantik, ia menjelaskan, itu bisa dikreasikan sebaik-baiknya dan semenarik mungkin oleh masing-masing peserta.

“Pendukungnya bebas dan silahkan dikreasikan oleh masing-masing peserta atau pembatik,” ungkapnya.

Dalam lomba ini, kata Itje, pihaknya yang dibantu tiga dewan juri yang sekaligus Dosen Seni Rupa dari Jakarta, tiga terbaik karyanya yang berhasil dimenangkan peserta akan langsung dituangkan kedalam kain.

“Ada juara 1, juara 2 dan juara 3. Hasil lomba batik akan dibuat dan diperagakan oleh tokoh masyarakat, oleh para pengusaha atau istri dari pengusaha secara gebyar,” terangnya.

Dengan adanya lomba batik ini, ia juga berharap kedepannya para pembatik bisa lebih baik dan kreatif lagi didalam mendisain atau memotif batik.

“Saya berharap tentunya para pembatik kedepannya bisa lebih baik dan lebih kreatif lagi. Kalau berbicara batik Bogor, saya rasa harus ada sejarah Bogor yang diangkat, dan ini bisa lebih oke. Mudah-mudahan pembatik Bogor bisa menggali sejarah Bogor yang nantinya bisa dituangkan kedalam batik. Pengrajin di Bogor cukup banyak, ada Batik Tradisiku, Batik Geulis Handayani, Batik Pancawati, RPM yang dulunya Mago, Cabe (Canting Berlian) dan satu lagi Batik Paniisan. Silahkan minta dikembangkan motifnya dengan pengrajin batik itu,” pungkasnya. (er/bc)

Seni dan Budaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *