BOGORCHANNEL.ID– HMI Komisariat Universitas Pakuan Bogor menyelenggarakan diskusi publik dan sekolah demokrasi. Bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kota Bogor, acara yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa, mengangkat tema “Antisipasi Politik Identitas dan Pemanfaatan Rumah Ibadah untuk Kegiatan Politik Praktis”.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bogor yang hadir bersama Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor Dede Suhendi dalam kegiatan, menyampaikan peta kerukunan di Kota Bogor dan indeks kerukunan umat beragama.
“Identitas merupakan sesuatu yang penting, karena dalam masyarakat melekat auatu nama, jabatan, agama, ras dan suku serta identitas lainnya, namun yang perlu diantisipasi adalah politik identitas yang mengarah kepada rusaknya harmoni, kerukunan bahkan mengarah kepada diskriminasi dan kekerasan,”ujar Hasbulloh, dalam diskusi yang diadakan Minggu (15/10/23).
Hasbulloh menyampaikan, ada banyak inovasi dan langkah yang dilakukan oleh FKUB untuk mengambil peran aktif tokoh agama di Kota Bogor dalam menjaga kerukunan menjelang tahun pemilu 2024, diantaranya melakukan survei kerukunan, membuat peta kerukunan, melakukan pelatihan menangkal hoax dan ujaran kebencian.
Langkah-langkah tersebut dilakukan, karena berdasarkan paparan dari walikota Bogor bahwa, yang memiliki peringkat teratas yang dipercaya dan didengar oleh masyarakat terkait dengan pilihan politik adalah tokoh agama.
“Untuk menjaga agar indeks kota toleran di Kota Bogor serta indeks kerukunan umat beragama di Kota Bogor dalam posisi terbaik, maka tokoh agama memiliki kepentingan untuk menjaga harmoni dan kerukunan di Kota Bogor,”tukas Hasbulloh. ***
Gambar: IST



