Demi Kondusifitas, PP dan BPPKB Sepakat Berdamai

IMG 20200121 WA0019

B-CHANNEL,KOTA BOGOR– Kedua petinggi Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) dan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten akhirnya sepakat berdamai. Setelah keduanya berseteru yang berujung dengan bentrok di Jalan KH. Abdullah Bin Nuh, Yasmin dan Pasir Kuda Kota Bogor, pada Senin (20/02/20) lalu.

Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Muhammad Benninue Hargoebie didampingi pengurus MPC PP Kota Bogor, menyatakan kesepakatan dibuat demi menjaga kondusifitas wilayah Kota Bogor.

Benninue juga menyampaikan permohonanmemohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi kemarin dibeberapa titik wilayah Kota Bogor dan juga di media sosial.

“Sejauh ini, PP tetap berusaha menahan diri meskipun ada beberapa posko dirusak dan anggotanya masuk rumah sakit. Dikesempatan ini juga, saya ingin meluruskan soal beredar luas kabar miring yang disosial media banyak menyudutkan PP sejak kemarin hingga hari ini adalah tidak benar,”jelas Ben sapaan akrab Benninue Argoebie kepada wartawan di Mako PP BNR Bogor Selatan, Kota Bogor, Selasa (20/01/20).

Ben kembali menegaskan, bahwa beredarnya voice note yang di sebar di media sosial dan berita-berita simpang siur, yang mengatakan PP menyerang kiri dan menyerang kanan ia nyatakan tidak benar alias hoax.

“Kita kemarin bertahan dari jam 5 sore sampai 3 dini hari. Tadi malam juga dihadiri oleh Pak Walikota, Dandim, Danyonif. Kita taat terhadap arahan Muspida untuk menahan diri. Jadi PP menahan diri berada di kantor MPC PP Kota Bogor,”tambah Benninue.

“Intinya saya siap membuat Kota Bogor menjadi kondusif, karena saya lahir, saya besar, saya hidup di Kota Bogor dan saya sangat cinta dengan Bogor, jadi Bogor tidak boleh lagi seperti kemarin mencekam. Saya siap membuat Kota Bogor Kondusif,” tandasnya.

Sementara soal penyebaran berita dan broadcast hoax berisi imbauan atau ancaman penyerangan susulan, Ketua I MPC PP Kota Bogor Deddy Sumarna meminta aparat kepolisian untuk melacak sumber penyebaran berita hoax tersebut.

“Sumbernya harus dilacak dan ditangkap. Karena hal itu memicu perselisahan diantara ormas di Kota Bogor. Untuk masyarakat jangan percaya atas berita dengan bahasa provokatif. Situasi ini dapat dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,”tandasnya. (Er/bc)

 

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *