B-CHANNEL, TAMANSARI– Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar acara bebersih festival Situ Tamansari. Acara berlangsung di Situ Tamansari Jalan Taman RT 01, RW 04 Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.
Sebagai informasi, acara bebersih fesival adalah bagian dari potensi daerah Sport and Tourism dan pengembangan konsep Situ Front City yang merupakan bagian dari upaya pengendalian banjir Jabodetabek.
Bupati Bogor Ade Yasin yang turut hadir dalam acara mengatakan, kegiatan beberesih situ ini dalam rangka memeriahkan HUT Desa Tamansari. Dimana, Situ Tamansari merupakan salah satu dari 96 situ yang ada di Kabupaten Bogor.
“Situ Tamansari ini adalah hulu dari sungai Ciapus, jadi harus kita pelihara serta membenahi satu persatu situ. Apalagi, situ ini sebagai pengendali banjir, makanya kalau situ – situ terawat dan alirannya baik akan lebih mudah dalam pengendalaian banjir, tidak hanya di Bogor tapi banjir yang mengarah ke daerah Jakarta juga bisa diminimalisirnya,” kata Ade Yasin kepada wartawan saat ditemui dilokasi.
Diterangkannya, kegiatan beberesih tersebut sebagai bentuk upaya untuk meminimalisir banjir. Karenanya, pihak Pemerintah Daerah menekankan agar Pemerintah Desa Tamansari selalu bekerjasama dengan masyarakatnya.
“Terlaksananya kegiatan ini hasil dari pada kerjasama pemdes dan masyarakat. Jadi, masyarakat hari ini diturunkan untuk membersihkan sampah di situ, serta menjaga lingkungan sekitarnya. Adapun mengenai kerjasama dengan BBWS sedang kita proses, terlebih nantinya situ ini akan dikelola oleh BUMDes, supaya dapat menambah perekonomian desa disamping kegiatan lainnya yang bisa memberikan nilai dan kontribusi ke pemdes,” ucapnya.
Mengenai beberapa situ yang luasnya sudah mulai berkurang, kata Ade , pihaknya sedang melakukan invetalisir lagi, dengan kata lain mempertimbangkan mana situ yang bisa dikembalikan seperti semula mana yang tidak. Seperti Situ atau Telaga Saat di Cisarua yang sudah dibenahi.
“Situ itu merupakan hulu sungai dan titik nol Ciliwung. Jadi harus kita benahi, termasuk beberapa situ yang punya aliran ke sungai akan kita benahi juga, tapi semua itu perlu kerjasama dengan pihak BBWS. Mengingat, kita hanya bisa menjaga dan membersihkannya, ijin ijinnya kan tetap harus kesana. Tapi minimal ketika ada upaya kita membersihkan untuk meminimalisir banjir dan menambah pemberdayaan ekonomi desa, mudah – mudahan birokrasinya tidak rumit,” tuturnya.
Soal kondisi danau Lido Cigombong , Ade menyatakan bukan lantaran luasnya berkurang, namun hanya mengalami pedangkalan saja. Oleh karena itu, dirinya tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi. Pasalnya, kalau dibiarkan khawatir nantinya akan menjadi daratan.
“Ini juga yang harus kita benahi, agar situ Lido tersebut tidak berubah fungsi. Intinya kita akan mengembalikannya supaya bisa menjadi kebanggaan masyarakat bogor,” pukasnya. (Risky/bc)




No comment