Bupati Bogor Anggarkan Miliaran Rupiah Untuk Program Panca Karsa

IMG 20190220 WA0038

B-CHANNEL, CIAWI – Bupati dan Wakil Bupati Bogor, Ade Yasin – Iwan Setiawan melakukan kunjungan kerja ke Ciawi dalam rangka kegiatan Rebo Keliling di Kecamatan Ciawi tahun 2019.

Dalam agendanya, Bupati akan melakukan peninjauan pelayanan kesehatan dan fasilitas Poned (Pelayanan Obstetri Neonatus Essensial Dasar) di Puskesmas Ciawi, sekaligus meresmikan Sekretariat Kwaran Pramuka Kecamatan Ciawi yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita.

Tak hanya itu, Bupati juga akan meninjau pameran UMKM serta meninjau pelayanan administrasi kependudukan, pajak kendaraan dan pajak bumi bangunan. Termasuk menyerahkan voucher bantuan sekolah dari Bupati Bogor kepada Kepala Sekolah penerima bantuan serta pemaparan Panca Karsa.

Menurut Bupati, program Panca Karsa merupakan lima keinginan atau tekad yang diantaranya adalah Bogor Cerdas, Bogor Membangun, Bogor Sehat, Bogor Maju dan Bogor Berkeadaban.

“Program Bogor Cerdas sendiri untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik, dimana tahun 2020 program ini bisa terlaksana. Kegiatannya berupa Bogor Bedah Rusak atau Kelas Rusak, “kata Bupati Bogor, Ade Yasin, Rabu (20/02/19).

Dijelaskannya, bantuan untuk Bogor Bedah Rusak atau Kelas Rusak sendiri nantinya akan diberikan dana dalam bentuk voucher. Misalnya, jika ada pembangunan rehabilitasi SDN bantuan dananya diberikan berupa voucher.

“Anggaran biayanya kita kucurkan sebesar 104 miliar dan 65 miliarnya untuk 122 RKB, untuk RKB lainnya yang voucher itu dianggarkan 1,7 miliar dan 5 miliar untuk rehabilitasi. Sedangkan, bagi SD Swasta dianggarkan sebesar 30,8 miliar, “ujarnya. Semua dana ini diambil dari APBD dan Dana Alokasi Khusus (DAK), “sambung Bupati.

Untuk RKB SMP Swasta, kata Bupati, akan dianggarkan sebesar 10,9 miliar, untuk rehabnya 13,6 miliar dan untuk DAK semuanya 10.2, rehab lainnya 4,2 miliar, total semuanya 38,9 miliar. Termasuk bantuan berupa empat buku cerdas LKS yang sudah dicetak untuk masyarakat yang semuanya diambil dari APBD dan DAK, “terangnya.

Terkait pelayanan kesehatan masyarakat miskin, Bupati akan memberikan 700 kartu Bogor Sehat untuk warga miskin. Dengan kartu ini, nantinya diharapkan tidak ada pasien warga miskin yang ditolak oleh pihak rumah sakit. Meskipun jika itu tidak ada tempat dan harus tidur diselasar tetap harus diterima, karena kalau ditolak siapa yang akan menanggung dosanya.

“Saya sudah tekankan kepada semua rumah sakit supaya jangan ada yang menolak pasien tidak mampu, “tuturnya.

Selain itu, ia juga meminta masyarakat agar membeli barang hasil produk UMKM Kabupaten Bogor. Karena produk ini dalam perkembangan ekonominya sangat besar.

“Tahun ini, kita akan lounching dan mengeluarkan produk beras bogor asli dalam rangka memerangi tengkulak, artinya kita akan beli dari petani untuk dijual kembali kepada masyarakat dan PNS yang ada di Kabupaten Bogor, “jelasnya.

Reporter : Agus Sudrajat

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *