Mengintip Peluang Usaha Sang Peternak Jangkrik, Hasilnya Luar Biasa

0
60

B-CHANNEL, BOGOR– Usaha budidaya jangkrik ternyata masih jadi peluang bagi peminatnya yang ingin memulai usaha budidaya jangkrik. Usaha ini tentu sangat menjanjikan, prosesnya tidak sulit juga tidak mudah, namun butuh ketekunan dan kesabaran. Seperti halnya yang dilakukan dua orang pemuda yakni Ajat dan Rian warga Kampung Cibedug Hilir, Desa Nagrek, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Ajat dan Rian telah menjalani usaha budidaya jangkrik selama dua tahun dan hasilnya luar biasa.

Selama menekuni usaha ternak jangkrik yang cukup terbilang maju, Ajat pun di waktu luang tak sungkan menularkan ilmu ternak kepada orang disekitarnya. Meski pangsa pasar saat ini mengalami penurunan karena faktor cuaca.

“Penurunan berkisar 25 hingga 35 ribu rupiah per kilo, karena cuaca mempengaruhi jumlah produksi. Jika musim penghujan jumlah produksi meningkat namun harga di pasar akan mengalami penurunan karena jumlah jangkrik yang banyak. Namun jika cuaca stabil jumlah produksi pun akan stabil hingga harga jual yang stabil di pasar,”ungkap Ajat, ditemui bogorchannel.id, Rabu (01/07/20, di  Kampung Cibedug Hilir, Desa Nagrek, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Meski begitu, tidak menyurutkan semangatnya untuk terus melakukan pengembangan usahanya sebagai peternak jangkrik. Bahkan dimulai dari 1 box, hingga sekarang ini sudah bertambah menjadi 15 box, dengan ukuran 1.20 m x 2.20 meter.

Saat ini diakuinya, terdapat plasma (binaan) yang tersebar di tiga daerah dua plasma di Kampung Pasir dengan kapasitas 12 box, 1 plasma di daerah Pomad dengan kapasitas 10 box dan 1 plasma terakhir di daerah Jasinga dengan kapasitas 15 box.

Media budidaya jangkrik terbuat dari bahan box triplek yang telah dibuat sesuai kebutuhan, kemudian di beri dedaunan dan pur sebagai pakan kemudian di berikan klaras (daun pisang kering.red) sebagai tempat si jangkrik hidup.

“Dari awal telur hingga kurun waktu 1 bulan sudah bisa dilakukan panen dan jika ingin menghasilkan telur di butuhkan waktu 2 bulan. Namun pada masa telur hingga 20 hari, harus di pantau lebih intens agar jumlah anak jangkrik yang menetas bisa maksimal setelah itu cukup di kontrol 1 kali dalam sehari. Tak perlu perawatan ekstra, cukup dilakukan kontrol selama 1 kali dalam sehari pagi atau sore untuk penyemprotan air guna menjaga suhu agar tetap lembab,”terangnya

Untuk biaya pembuatan kandang sendiri, sambung Ajat, tidak memakan banyak uang. Hanya merogoh kocek 150 hingga 350 ribu rupiah tergantung ukuran pembuatan kandang.

Reporter: Malik Rifai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here