Berikut Strategi Pemasaran ala Milenial

0
15

B-CHANNEL, READER–  Holla BC Reader! Di era digital saat ini, pengguna gadget sudah semakin ketergantungan dalam mengandalkan kecanggihannya. Bukan hanya memberikan kemudahan untuk berkomunikasi dan mengakses informasi, gadget juga mempermudah konsumen untuk berbelanja.

Semakin mudah dan terjangkaunya internet oleh banyak orang telah membuat perubahan perilaku konsumen dalam berbelanja. Konsumen saat ini sangat sadar akan teknologi dan memanfaatkan informasi di dunia maya sebelum melakukan keputusan pembelian.

Sebuah survey di India bisa memberi gambaran bagaimana era digital telah mempengaruhi perubahan perilaku konsumen dalam berbelanja. Hal ini berdampak besar terhadap perubahan perilaku konsumen dalam membuat keputusan pembelian, tidak saja bagi konsumen yang berbelanja secara online tetapi juga terhadap konsumen yang berbelanja secara konvensional (offline).

Selain itu, hasil riset Nielsen Global Connected Commerce survey mengungkapkan Ada dua arah yang umum dilakukan seorang pengguna internet sebelum memutuskan untuk membeli produk. Konsumen tidak hanya “showrooming”, yakni browsing di toko dan kemudian memanfaatkan internet untuk mencari opsi harga terendah. Mereka juga “webrooming”, yakni researching secara online dan melakukan pembelian di toko.
Riset online yang dilakukan para konsumen ternyata sangat populer untuk produk-produk dalam kategori tahan lama dan harga tinggi, seperti barang elektronik dan produk perjalanan atau jasa.

Sementara riset online merupakan praktek umum yang dilakukan masyarakat pengguna internet di seluruh dunia, responden di beberapa negara ternyata telah menerapkan multi saluran. Responden di negara-negara Asia seperti Thailand, Filipina, India dan Cina sering melakukan penelitian produk secara online sebelum membeli di toko-toko atau menggunakan ulasan online untuk membantu membuat keputusan pembelian di toko biasa. Riset online dan ulasan juga sering digunakan di Spanyol dan Nigeria.

Dalam kategori produk perjalanan atau jasa, misalnya, 63% dari responden yang berbelanja atau membeli produk tersebut dalam enam bulan terakhir mengatakan mereka melakukan riset online untuk memperoleh informasi produk yang lebih detail, 52% responden bertujuan untuk memeriksa atau dibandingkan harga, dan 46% mencari penawaran atau kupon promosi.

Nah, mengetahui hal itu, kita sebagai pelaku bisnis atau bussines man harus cerdas menyikapi Fenomena ini. Agar bisnis kita tidak tenggelam oleh zaman, kita harus melakukan strategi pemasaran ala millenial. Fresh Crew kali ini mau kasih sefruit tips strategi pemasaran daring ala millenial.

Dilansir dari entrepreneursquad.id, terdapat beberapa Strategi Pemasaran ala Millenial, yang pertama adalah Content Marketing. Strategi ini merupakan strategi berbentuk pemberian Informasi oleh Pelaku bisnis keepada konsumen melalui Web. Informasi yang diberikan beragam bentuknya, Mulai dari Text, Artikel, Vidio, atau bahkan sebuah Riset yang akan menarik perhatian pembeli.
Kedua, Mobile Marketing. Mobile Marketing bisa dikatakan sebagai strategi pemasaran yang menyasar pada konsumen yang menggunakan perangkat seperti tablet, smartphone dll. Oleh sebab itu, para pelaku usaha mau tidak mau harus mendesain ulang tampilan website mereka sehingga ramah atau user friendly ketika website tersebut diakses melalui perangkat mobile.
Ketiga, Continuous Marketing. Untuk menjalankan strategi pemasaran online ini, Facebook serta Twitter adalah pilihan yang tepat termasuk juga Instagram. Continuous Marketing atau pemasaran berkelanjutan menekankan pada aktifitas promosi di jejaring media sosial.

Keempat, Integrated Digital Marketing. Ini adalah salah satu strategi pemasaran online yang powerful. Strategi ini berbentuk pembuatan blog atau website, melakukan kampanye brand atau iklan, menggunakan media sosial dan yang lainnya untuk menjangkau lebih banyak konsumen. Tentu dibutuhkan orang-orang yang mengetahui seluk beluk dunia digital termasuk juga dunia marketing.

Selanjutnya adalah Visual Marketing. Strategi ini mengandalkan kekuatan Visual gambar yang menarik untuk memberikan kesan ketertarikan lebih kepada konsumen dibandingkan text.

Yang terakhir adalah Personalized Marketing. Strategi pemasaran jenis ini lebih mengedepankan konsumen secara personal. Oleh sebab itu, disebut juga sebagai one to one marketing. Strategi pemasaran ini membutuhkan strategi marketing untuk menganalisa kebutuhan seseorang sesuai gender, usia, dan lokasi dan geografiknya. Meski terlihat lebih sulit, strategi ini sangat efektif untuk pentargetan konsumen.

Yap, Sekian Sefruit Tips pemasaran daring ala millenial dari BC Crew, Tetap semangat pejuang bisnis. Dapat kita simpulkan bersama secara umum perilaku konsumen di era digital di Indonesia tampaknya memiliki kecenderungan yang serupa. Karena itu para pelaku usaha harus cermat mengantisipasi perubahan perilaku konsumen ini dan memanfaatkan berbagai saluran daring di internet untuk bisa berinteraksi dengan konsumen secara lebih intensif lagi.

Editor : Raissa Shahifatillah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here