Bima Arya ‘Ngaprak Situs’, Disparbud Sudah Lakukan Hal Serupa Tahun 2009

IMG 20200203 105843

 

B-CHANNEL,KOTA BOGOR– Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor Shahlan Rasyidi menyatakan, dukungannya atas rencana pemerintah daerah yang akan melakukan penataan di sekitar kawasan Batu Tulis, Bogor Selatan yang dinilai sarat akan nilai sejarah.

Mengenai ekspedisi mini yang dilakukan Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Bogor Historia, dirinya mengungkapkan bahwa sebenarnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) pada 2009 silam telah melakukan penelitian bersama sejumlah ahli dari Balai Besar Pelestarian Cagar Budaya Serang, Banten yang dibantu tim ahli sejarah Islam (alm) Prof. DR. Uka, arkeolog dari Universitas Indonesia (UI) DR. Hasan Jafar, DR. Aris Munandar dan penggiat sekaligus pemerhati cagar budaya Kota Bogor Rachmat Iskandar.

Kala itu, katanya, ia menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan pada Disbudpar. Hasil penelitian bersama pada 2009 itu, dia menyebutkan banyak menemukan situs-situs di sekitar kawasan Batu Tulis.

“Bahkan waktu itu juga kami menemukan artefak di longsoran Embah Dalem. Artefak tersebut diteliti oleh Ibu Prof. Lilik (dosen UI), dan artefak tersebut rata-rata diketahui berasal dari abad ke 15 sampai abad ke 18. Sampai sekarang (seluruh artefak yang ditemukan) masih di simpan di Disparbud,” ungkap Shahlan.

Menjabat selama lima tahun sebagai Kepala Disparbud Kota Bogor juga membuatnya mengetahui banyak soal cagar budaya dan sejarah khususnya kawasan sekitar Batu Tulis yang belakangan ini tengah ramai diwacanakan bakal ditata oleh Pemkot Bogor. Jadi menurutnya, hal tersebut bukan hal baru dan tidak asing lagi. Pasalnya, 2019 lalu Disparbud telah mengajukan permohonan pembangunan museum yang rencananya dinamakan Museum Pajajaran.

“(Untuk lokasi bangunan museumnya) yang diminta waktu itu ada gedung bekas UPTD Pendidikan di Batu Tulis, Bogor Selatan. Bahkan kita waktu itu ada bemo yang diberikan oleh Drs. H. achmad Syarif, waktu itu menjabat Kadis DLLAJ untuk disimpan di museum,” beber Shahlan.

Oleh karena itu, ia sangat berharap agar Wali Kota betul-betul bisa merealisasikan apa yang menjadi harapan banyak pihak. Karena situs yang tersebar di kawasan Batu Tulis, Empang, Lawang Gintung, Bogor selatan dan Kelurahan Pasir Jaya (Batu Dakon) dan di Kelurahan Pasir Mulya (Punden Berundak) itu merupakan kekayaan yang dimiliki Kota Bogor sebagai bukti cikal bakal kejayaan Kerajaan Pajajaran.

Belum lama ini, Walikota Bogor Bima Arya bersama komunitas Bogor Historia melakukan ekspedisi mini dengan mengunjungi sejumlah situs peninggalan Kerajaan Pakuan Pajajaran, Sabtu (01/02/20).

“Hari ini saya lihat beberapa titik situs yang diihat memang kunci utamanya bagaimana kita bisa menggali informasi sebanyak mungkin dan dilakukan kajian sehingga kita bisa memiliki runutan sejarah yang valid,” ungkap Bima.

Menurutnya, peninggalan-peninggalan tersebut harus betul-betul dilindungi.

Kita kumpulkan lagi informasi titik-titik mana saja dan saya minta Kadisparbud, camat, lurah untuk memberikan atensi khusus untuk membuat barikade dulu. Jangan sampai yang ada sekarang kemudian dirusak atau hilang. Jadi yang eksisting sekarang kita jaga dulu sembari kita lakukan kajian,” jelasnya.

Ia menambahkan, harus ada tim khusus untuk menyusun versi sejarah yang valid.

“Ini memang harus ada tim khusus yang isinya sejarawan, budayawan, arkeolog, komunitas-komunitas juga untuk menyusun versi sejarah yang valid. Karena kita tidak mungkin bisa melakukan penataan kawasan tanpa didasari oleh versi sejarah yang valid,” terang Bima.

Dikatakannya juga, bahwa sebelumnya ada keinginan-keinginan untuk dibuatkannya replika keraton. Tapi, ucapnya, hal itu harus dilakukan berdasarkan fakta sejarah.

Jadi saya kira ini perlu tim lintas elemen. Kita telusuri semua. Kan semua punya versi. Saya menerima juga beberapa versi yang berbeda. Tapi kita runut itu berdasarkan sejarah,” bebernya.

Mengenai temuan peninggalan yang ada di rumah warga, Wali Kota meminta aparatur wilayah untuk mendata dan mengkomunikasikan kepada warga terkait rencana penataan kawasan Batutulis. (*/bc)

foto: Ist

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *