Bikin Tak Nyenyak Tidur, Warga Minta Pemkot Cabut Izin Restoran Adamar Asian Resto


Loading

B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Dianggap sering membuat gaduh dan menganggu ketentraman warga sekitar, sebuah Restoran Adamar Asian Resto yang berada di kawasan Jalan Binamarga, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor disoal warga karena sudah menyalahi aturan.

Salah seorang warga yang bermukim tak jauh dari restoran tersebut mengaku, dirinya beserta keluarga tak pernah bisa tidur nyenyak, karena suara gaduh yang berasal dari dalam restoran.

“Hampir satu tahun tak nyeyak tidur, karena suara gaduh dalam restoran. Terus terang kami merasa terganggu dengan adanya tempat tersebut,” ungkapnya Asrie Yuniary, warga RT 04, RW 11, kepada wartawan, Minggu (21/10/18)

Asri mengatakan, hampir setiap malam menelepon manajer restoran, agar suara musik dikecilkan. Bahkan di tempat tersebut juga jual miras.

“Anak saya tiap hari telat terus sekolah, karema rumah saya bersebelahan dengan restoran,”ungkapnya.

Asri menuturkan, awalnya, pihak Adamar meminta izin untuk membuat restoran, namun seiring waktu berjalan tempat tersebut justeru berubah menjadi diskotek.

Iapun mengaku telah empat kali melayangkan surat kepada Pemkot Bogor yang ditujukan kepada walikota, yang ditembuskan ke Satpol PP, Polsekta Bogor Timur, dan Camat Bogor Timur.

“Sudah empat kali, dua kali saat Pak Usmar menjabat sebagai Plt Walikota dan dua kali lagi saat Bima Arya kembali aktif menjabat sebagai walikota,” paparnya.

Kendati demikian, hingga kini belum ada tanggapan apapun dari Pemkot Bogor terkait surat tersebut.

“Sampai sekarang belum ada action. Intinya kami minta tempat itu ditutup, sebab kami merasa dibohongi. Izin awal restoran mengapa menjadi diskotek,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan oleh sang suami, Deni Eka Jaya Putra. Menurutnya, keberadaan tempat tersebut sangat mengganggu kehidupan keluarganya.

“Karena kan rumah kami bersebelahan dengan tempat tersebut,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP, Danny Suhendar menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap pengelola Adamar.

“Kami akan segera melakukan pemanggilan dalam waktu dekat. Tetapi sebelumnya kita mau kroscek semua perizinannya,” jelasnya.

Danny juga mengaku bahwa sebelumnya sudab ada pengaduan serupa terkait tempat tersebut.

“Sudah pernah ada pengaduan, dan kami datangi. Saat itu mereka berjanji takkan mengulangi,” katanya.

Seharusnya, sambung Danny, apabila perizinannya restoran, tempat tersebut harus beroperasi seperti seharusnya.

“Kalau restoran, ya harus beroperasi layaknya restoran,” imbuhnya. (dr/bc)

No comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *