B-CHANNEL, KOTA BOGOR – Sebagian bangunan rumah kategori Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga Gang Tanu Wijaya RT 01, RW 04, Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, ambruk pada Senin (25/02/19) pukul 23:30 WIB malam.
Ambruknya rumah, diakibatkan karena tingginya intensitas hujan disertai petir yang melanda Kota Bogor sejak Senin (25/02/19) kemarin.
Kondisi rumah milik Dadang Sanjaya yang di huni 1 Kepala Keluarga ( KK) 10 jiwa itu memang sebelumnya sudah mengkhawatirkan. Hal itu berlangsung sejak 1 tahun yang lalu.
Menurut Dadang, sebelum kejadian, kondisi rumahnya yang kian memprihatinkan sudah dilaporoan kepihak RT dan RW, termasuk Kelurahan untuk mengajukan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), namun tak kunjung datang bantuan.
“Sudah 4 kali saya mengajukan bantuan RTLH, tetapi sampe sekarang (ambruk) belum ada bantuan,” ucap Dadang, ditemui dirumahnya Selasa (26/02/19).
Dadang menceritakan, pada saat kejadian dirinya sedang sendiri rumah sedangkan keluarganya sudah dipindahkan kerumah saudara tepat disamping rumah, karena dirinya khawatir terjadi sesuatu dalam keadaan rumah yang sudah miring serta cuaca sedang hujan deras.
“Atap rumah emang sudah miring, karena takut dan anak anak saya juga sedang sakit semua, jadi saya pindahkan kerumah sebelah. Alhamdulillah saya dan keluarga selamat,” ungkapnya.
Dadang pun berharap, pemerintah bisa segera menyikapi dan memberikan bantuan sehingga rumahnya bisa kembali dihuni.
“Ya, sementara saya dan keluarga tinggal dirumah sebelah dulu karena keadaan rumah kaya gini,” katanya.
Sementara itu, kerugian ditafsir mencapai 20 jutaan dan Dinas Sosial Kota Bogor, Tagana, BPBD Kota Bogor, keurahan serta kecamatan telah memberikan bantuan darurat berupa terpal, bahan pokok makanan dan sebagainya.
Reporter: Erry Novriansyah




No comment