B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Praktik simulasi kertas suara menjelang masa pencoblosan di TPS pada Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019 terus dilakukan Caleg DPRD Kota Bogor Faizal Alatas. Kali ini Faizal mengandeng koleganya Djoni Rolindrawan yang merupakan incombent Caleg DPR RI dapil Kota Bogor-Kabupaten Cianjur.
Simulasi kertas suara dilakukan Faizal untuk memastikan kepada masyarakat bagaimana tata cara mencoblos yang baik dan benar, agar tidak salah dalam praktiknya untuk memilih Caleg sesuai hati nurani. Sebab, pemilu tahun 2019 ini, kata Faizal berbeda dengan pemilu sebelumnya, dimana berbarengan dengan Pilpres, selain ada lima kertas suara yang berbeda warna.
Pada kesempatan sosialisasi yang dilakukan kedua wakil rakyat tingkat daerah dan pusat, Faizal menyambangi warga di tiga titik wilayah Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, yakni di RW 08, RW 01 dan RW 09.
Sebelum simulasi, seperti biasa, Faizal menyampaikan beberapa visi dan misi, selain memberikan penjelasan seputar program pemerintah yang sudah berjalan saat ini. Yang mana, program pemerintah tentunya berkaitan dengan tugas fungsi legislator guna mendorong pencapaian aapirasi dimasyarakat dalam segala sektor bidang.
“Ya, Aspirasi masyarakat masih seputar pendidikan, kesehatan dan bantuan RTLH, selain penyediaan PJU juga sarana dan prasarana air bersih. Adapun UMKM termasuk aspirasi bantuan penyaluram rasta yang belum merata dan jalan rusak juga aspirasi lainnya. Semua tentu sudah ada anggarannya dari pemerintah, tinggal bagaimana kita nanti mendorong aspirasi itu untuk kita perjuangkan sampai terealisasi, tentu semua melalui prosedurnya,”jelas Faizal, kemarin.
Ketua RW 08, Kelurahan Mulyajarja, Ruyat Permana berharap, dengan kedatangan wakil rakyat ke wilayahnya, bisa memberikan solusi terbaik bagi warganya. Karena masih banyak bantuan pemerintah yang belum terealisasi.
“Harapannya ada solusi, sebagaimana tugas seorang anggota dewan, bisa memperjuangkan dan mendorong setiap keinginan warganya, baik soal kesejahteraan juga kemajuan pembangunan wilayah,”harap Ruyat.
Ditempat terpisah, Ketua RT 01, meminta agar adanya sarana dan prasarana saluran air bersih seperti pipanisasi. Karena sulitnya akses air bersih, menurutnya banyak warga yang kesulitan.
“Saya mewakili warga RW01, memohon agar dibantu untuk sarana air bersih, kita butuh pipanisasi,”kata Ketua RT setempat.
Adapun warga yang menginginkan agar BPJS bisa digratiskan. Karena selama ini BPJS tidak gratis. Hal ini membuat warga merasa berat untuk membayar BPJS setiap bulannya.
Menanggapi hal itu, Faisal memberikan solusi, agar semua aspirasi yang sudah diajukan melalui musrenbang dan belum teralisasi agar untuk bersabar. Karena saat ini bersamaan dengan penyelenggaraan pemilu, yang mana para RT dan RW terlibat dalam penyelenggaraan sebagai KPPS.
“Yang sudah masuk datanya dan terverifikasi untuk tahap pertama semua pengajuan seperti RTLH akan segera turun sesuai data dan pengajuan. Namum yang belum terverifikasi bisa menunggu setelah Pemilu nanti. Yang belum mengajukan, mohon untuk diajukan, dan buat proposalnya, agar nanti kita bisa mendorongnya, seperti kebutuhan sarana dan prasarana untuk air bersih,”terang caleg nomor urut 1 ini.
Sementara itu perihal BPJS gratis, memang sudah ada programnya dari pemerintah, yakni BPJS mandiri, khusus warga yang memiliki KTP dan KK berstatus sebagai buruh lepas. Dan itu bisa dibuat, jika sesuai data dan status.
“Kalau memang statusnya sebagai Keluarga pekerja buruh lepas dibuat saja. Jangan sampai, misal pengusaha membuat BPJS, tapi statusnya buruh lepas, itu kan ga adil,”kata Faizal.
Pada kesempatan, Djoni Rolindrawan mengaku banyak aturan yang sudah , baik tapi pelaksanaannya masih banyak penyimpangan. Hal ini karena realitas dimasyarakat yang belum bisa diambil manfaatnya.
“Jadi, yang melaksanakan program itu pemerintah, DPR hanya bisa mendorong. Dewan pembuat aturan dan mengawal semua program dari pemerintah. Oleh karena itu, keadilan harus ditegakan, agar pelaksanaannya tidak menyimpang,”tegas anggota MPR fraksi Partai Hanura itu. (dr/bc)




No comment