Wajah Baru Pasar Devris Bakal Jadi Central Kuliner Modern, PD PPJ Pastikan Pengelolaan Parkir Optimal

Screenshot 20251013 145038 1

 

“Sementara fokus lantai dua, untuk lantai satu pengerjaan tetap berjalan, sambil menunggu relokasi beberapa pedagang lagi yang belum dipindah dan akan dilakukan secara bertahap. Rencana kedepan Pasar Devris akan jadi rumah makan, resto cafe atau pusat kuliner yang lebih moderen,”kata salah satu pengelola pihak swasta mewakili PT Zon, Dudung.

Lebih lanjut Dudung mengatakan, perjanjian kerjasama pengelolaan pengambil alihan Pasar Devris dari PD Pasar Pakuan Jaya kepada swasta yaitu PT Zon, sudah berjalan sejak bulan Juni 2025. Kerjsama melalui perjanjian pihak pertama ke dua sudah disepakati, proses saat ini sedang mendetilkan adendum PKS dengan pihak PD Pasar.

Sementara, terkait progres pembenahan baik fasilitas dan area pengelolaan lahan parkir Pasar Devris mengingat volume kendaraan yang cukup tinggi di kawasan Jalan Veteran, pihak PD PPJ memastikan area parkir disiapkan secara optimal. Hanya dalam prosesnya, lahan parkir sementara baik mobil dan motor dilakukan secara acak, karena  masih banyaknya para pedagang di area Pasar Devris.

Menanggapi adanya keluhan salah satu pedagang soal area lahan parkir Pasar Devris, Direktur Operasional Perumda Pasar Pakuan Jaya, Haris Maraden, menjelaskan, bahwa lahan parkir untuk roda dua (motor) ditempatkan persis depan awuning parkiran, ada pun mobil motor masih dilakukan acak. Sementara area belakang Pasar disiapkan parkiran untuk mobil.

“Jadi, 100 persen untuk parkiran mobil  diarahkan ke belakang pasar. Sementara motor didepan awuning parkiran. Kita lakukan secara acak, dan itu sudah kesepakatan kami dengan PT Zon,”kata Haris Maraden.

Namun lanjut dia, dalam tahapan proses pembangunan renovasi tersebut, masih ada beberapa pedagang yang belum direlokasi, disebabkan mereka membutuhkan tempat sementara.

“Jadi, setelah selesai renovasi bagian dalam, maka pedagang di bawah auwning akan ditempatkan di dalam dan depan akan dipakai parkir motor,”tukas Haris. (DR/BC)

 

Comments are disabled