Polemik ‘Cair’, Usulan Diterima, Budayawan Peduli Bumi Ageung Batutulis Gelar Tasyakuran di Lokasi Proyek Rp 16 Miliar

IMG 20230723 172022 scaled

BOGORCHANNEL.ID– Masyarakat dan tokoh inohong budayawan sunda di Bogor melakukan riung kumpul di lokasi ex Bangunan SDN Batutulis 2 Jalan Batutulis, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, dimana tempat tersebut dalam waktu dekat akan dijadikan pembangunan Bumi Ageung Batutulis Pakwan Pajajaran Bogor oleh pemerintah kota Bogor.

Pertemuan para budayawan serta kasepuhan sunda peduli Bumi Ageung atau Bale Ageung, ditujukan sebagai bentuk tasyakur, atau diistilahkan dengan bahasa kesundaan “Sasadu Buhun”.

Diawali dengan doa dan zikir bersama, juga digelar tradisi pengiring adat kesundaan. Hal itu guna menyambut akan dimulainya pembangunan Bumi Ageung Batutulis Pakwan Pajajaran dengan ‘Bismillah’.

Putra Sungkawa yang dipercaya sebagai Ketua Masyarakat Peduli Bumi Ageung Batutulis Pakwan Pajajaran mewakili masyarakat kesundaan mengatakan, dirinya menyebut bahwa Pemkot Bogor telah bijaksana menerima masukan-masukan dam usulan masyarakat sunda dan kesepuhan peduli Bumi Ageung. Dimana usulan tersebut adalah bentuk bangunan sebagai ciri kebudayaan kearifan lokal dan Marwah jati diri kesundaan.

“Alhamdulillah Pemkot telah menerima masukan dengan bijaksana dan lapang dada. Jadi kegiatan pertemuan Sasadu Buhun ini merupakan bentuk syukuran dengan ketemunya hasil musyawarah mufakat terkait pembangunan. Bahwa proses pembangunan akan dimulai,”ujar Putra Sungkawa.

Ditempat yang sama, Hizriyanda Putra tokoh muda yang peduli kearifan lokal budaya sunda mengajak untuk bersatu, dengan segala bentuk kekuatan kebersamaan silaturahmi para budayawan, kesepuhan, inohong Bogor dan pemerintah kota Bogor yang ada sekarang ini bisa diartikan terbentuknya kembali jati diri pajajaran.

“Kehadiran saya secara personel ditengah para budayawan dan inohong yang ikut mengawal proses perjuangan terkait aspirasi dari para budayawan dan kesepuhan ini karena terpanggil. Maka dengan kekuatan, kebersamaan, silaturahmi itu kedepan semakin bersatu untuk mempertahankan jati diri kearifan lokal sejarah Pajajaran di Bogor ini,”ungkap HZ Putra nama panggilan Hizriyanda Putra.

Sementara Andri Daslim selaku Kontraktor pelaksana proyek pembangunan Bumi Ageung Batutulis Pakwan Pajajaran mengatakan, bahwa setelah hampir satu bulan tertunda pembangunan akan segera dimulai, mulai dari pemagaran juga pembongkaran bangunan. Sambil menunggu perubahan design final dari bagian perencanaan. Karena untuk perubahan harus mengikuti aturan.

Adapun secara gambaran design segi bangunan perubahan lebih kepada kesundaan, sambung Andri, tanpa adanya menara. Sementara, dengan adanya perubahan design, anggaran pembangunan tidak berubah, sesuai dengan pagu anggaran yang sudah ditetapkan.

Sebelumnya, masyarakat kesundaan peduli Bumi Ageung Batutulis menolak keras proyek pembangunan Bumi Ageung Batutulis, karena adanya ketidaksesuaian rancang tapak desain dan fungsi pembangunan yang ditetapkan Pemerintahan Kota Bogor. Rancang tapak dinilai mereka jauh dari marwah adat seni dan jati diri kebudayaan sunda pajajaran.

Lalu mereka pun menutut dan melakukan aksi demonstrasi ringan dan juga secara administratif kepada Pemerintah Daerah Kota Bogor dan DPRD Kota Bogor untuk mendengarkan aspirasi keberpihakan kepada masyarakat sunda Kota Bogor, dimana hal tersebut telah mengabaikan dan melanggar konstitusi terhadap UU No.5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan dengan kearifan lokal.

Polemik itu pun akhirnya mencair, setelah kedua pihak antara masyarakat lokal kesundaan dengan Pemkot Bogor melakukan musyawarah mufakat, guna terealisasinya proyek pembangunan Bumi Ageung memakan anggaran Rp 16 miliar itu dengan mengusulkan rancang tapak atau design kontruksi pembangunan sebagai pembanding yang di buat oleh perwakilan masyarakat Sunda peduli Bumi Ageung. Usulan tersebut pun akhirnya diterima oleh Pemkot Bogor, setelah diadakan pertemuan yang dipimpin oleh Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim, didampingi jajaran dinas terkait dan pemerintah wilayah setempat beberapa waktu yang lalu. (dr/tri/bc)

 

 

 

 

 

Comments are disabled