BOGORCHANNEL.ID– Warga di Desa Sirnagalih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor mengeluhkan pelayanan kesehatan dari aparatur desa yang tidak merespon meminjamkan mobil ambulan untuk membawa pasien ke rumah sakit. Akibatnya, warga membawa pasien ke rumah sakit dengan menyewa angkot.
Warga Sirnagalih yang tinggal di RW03, Dewi mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (4/6) malam, ketika saudaranya tengah sakit dan harus dibawa ke rumah sakit untuk segera mendapat pertolongan dokter.
Namun sebelum di bawa ke rumah sakit, dirinya mencoba mengonfirmasi pihak desa dengan tujuan meminjam mobil ambulan desa untuk membawa pasien tersebut ke rumah sakit.
“Saat saya konfirmasi ke kepala desa (kades) , beliau menyampaikan untuk konfirmasi (meminjam ambulan) ke anak buahnya yaitu Pak Andri karena rumahnya di belakang kantor desa,” katanya, Senin (05/06/23).
Selain itu, kades pun mengaku akan memfasilitasinya dengan menghubungi anak buahnya tersebut. Tetapi, ambulan untuk membawa pasien tak kunjung datang.
“Karena (ambulan) tak kunjung datang, kami pun menelepon pak Andri, sampai ke staf desa lainnya, tapi tidak ada jawaban hingga akhirnya pada pagi tadi kami membawa pasien menggunakan angkot ke RS Salak,” ungkapnya.
Terpisah, pejabat Desa Sirnagalih Andri membenarkan ada warganya yang membutuhkan ambulan untuk membawa pasien ke rumah sakit. Namun, dirinya menyampaikan tidak ada sopir tetap untuk membawa ambulan tersebut.
“Jadi sementara kunci ambulan di pegang sama saya,” kata Andri saat dikonfirmasi.
Kasi Pem di Desa Sirnagalih ini pun menambahkan, pada saat warga itu meminjam ambulan, dirinya sedang berada di Bandung lantaran saudaranya meninggal dunia. Kemudian, ambulannya juga tengah di pinjam oleh warga RW05.
“Nah pada saat saya enggak ada dan ambulan di pakai, saya sudah konfirmasi sebetulnya ke orang yang nelpon saya untuk menanyakan ke Pak RW Wahyu apakah mobilnya sudah pulang atau belum, kalau sudah pulang ya langsung aja ambil mobilnya di desa, kuncinya ada di laci saya. Jadi ada miskomunikasi. Hari ini mobil (ambulan) ada di desa,” pungkasnya.
Risky



