B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Anggota DPRD Kota Bogor Dapil Bogor Timur-Tengah, Adityawarman Adil, meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor dan pohon tumbang yang terjadi pada beberapa titik lokasi di Kota Bogor.
Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, terdapat 24 titik bencana yang tersebar di wilayah Kota Bogor sampai dengan Kamis (13/10/2022).
Bersama Atang Trisnanto Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil mengunjungi salah satu titik yang terdapat di Kampung Kramat RW 01 & RW 02, Kel. Panaragan Bogor Tengah. Bencana longsor tersebut mengakibatkan beberapa rumah warga rusak tetapi untungnya tidak ada korban jiwa.
“Semoga korban bencana longsor diberikan ketabahan, dan Allah ganti dengan yang lebih baik. Kami berharap semua elemen masyarakat dan pemerintah bahu-membahu untuk membantu korban bencana ini,†ujar Adit, kemarin.
Titik longsor kedua berada di Gg. Barjo RW 02 dan RW 03, Kel. Kebon Kalapa Bogor Tengah Rumah memiliki dampak terparah bagi masyarakat. Rumah warga yang hancur akibat longsor menutup saluran air di kawasan tersebut sehingga menyebabkan banjir pada rumah warga yang ada di sekitar lokasi longsor. Tim gabungan masih terus melakukan pencarian namun hingga saat ini korban masih belum ditemukan.
“Ini merupakan salah satu bencana longsor yang terparah khususnya di Kecamatan Bogor Tengah. Padatnya penduduk dan tidak adanya saluran air yang memadai ditambah curah hujan yang tinggi sehingga kondisi tanah yang labil tergerus air hujan,†terangnya.
Titik lokasi bencana yang terakhir ditinjau terdapat di RW 05 Kel. Sempur Bogor Tengah. Bencana di lokasi tersebut longsor, pohon tumbang yang mengakibatkan beberapa rumah rumah, tidak ada korban jiwa.
Merespons kondisi tersebut, Adit menghimbau agar masyarakat berhati-hati pada kondisi ekstrem saat ini yang diperkirakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan terus berlangsung hingga bulan April 2023.
“Cuaca di Kota Bogor memang lagi ekstrem dan kejadian ini tentu kewaspadaan kita bersama bahwa Kota Bogor ini punya banyak titik rawan tanah longsor dan rawan bencana, kami mendesak agar pihak yang berwenang segera mengambil langkah khusus untuk menangani kondisi tersebut,†tegas Adit.
Sebagai anggota Badan Anggaran DPRD Kota Bogor, Adit juga menyampaikan bahwa DPRD Kota Bogor sudah menaikkan anggaran BTT dari 12 miliar menjadi 25 miliar.
“Ini sebagai antisipasi bagi Pemerintah Kota untuk segera menghitung, menganalisa kebutuhan-kebutuhan mendesak untuk memperbaiki infrastruktur baik fisik maupun non fisik. BPBD, Dinas Perumkim dan PUPR bisa segera bertindak cepat dan tepat,†tutup Adit. (**)



