KATAR Bogor Selatan Ajak Masyarakat dan Pemuda Kembali Lestarikan Sejarah Kesundaan

IMG 20220319 WA0004

B-CHANNEL,KOTA BOGOR- Karang Taruna (Katar) Bogor Selatan bersama para tokoh kesepuhan sunda mengadakan seni budaya dengan tema “Jambar Asih, Nonoman Bogor Bogor Selatan, Dina Raraga. Nyukcruk Galur, Kapungkur Mapay Laratan Katukang”.

Kegiatan bertujuan kembali melestarikan budaya sejarah Sunda ini di selenggarakan di Bumi Ageung Pakuwan, Jalan Batutulis, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jumat (18/03/22) malam.

Ketua Karang Taruna Bogor Selatan, Amirudin R Ningrat mengatakan, tujuannya mengadakan seni budaya tersebut adalah untuk memperkenalkan kembali sejarah sunda kepada masyarakat Bogor Selatan, khususnya kepada para pemuda. Ia melihat bahwa pemuda dan pemudi Bogor Selatan sudah lupa dengan sejarah sunda. Dengan itu Karang Taruna (Katar Bogor) Selatan tidak menginginkan sejarah sunda itu hanya sebuah cerita.

“Tujuan kami mengadakan seni budaya sunda ini yang dimana kita melihat di Bogor Selatan ini pemuda nya sedikit lupa dengan sejarah Sunda,” ujarnya kepada media.

Ia melihat bahwa sudah banyak budaya luar yang masuk d wilayah Bogor. Dan ia bertekad akan mengumpulkan dan memunculkan kembali agar sunda ini lebih guyub dan maju.

“Dan jangan mengaku orang Bogor kalo minimal tidak hapal dengan sejarah bogor atau sejarah kujang. Nah disinilah kami dengan teman teman Karang Taruna (Katar) Bogor Selatan, Kelurahan Batutulis dan di bantu juga oleh teman teman Lawang Gintung memperkenalkan kembali sejarah sunda kepada para pemuda dan pemudi,” ucapnya.

Lebih lanjut Amir menjelaskan, bahwa selama ini anak anak muda berbicara dengan menggunakan bahasa sunda atau mengucapkan Sampurasun dan Rampes sudah tidak hapal.

“Jadi patokan kita adalah, ada nya kita itu, karena ada nya orang orang terdahulu, dan itu jangan dilupakan, karena sunda itu wiwitan dan artinya itu awal. Dan kalo bicara awal ini kemana awalnya. Disini kita gimana caranya pemuda pemudi di Bogor Selatan khususnya, jangan malu berbicara memakai bahasa Sunda dan jangan malu salah, karena bogor mah terkenal nya itu Heuras Genggerong (Kasar – Red) dan memang itu bahasanya bogor,” katanya.

Lanjut Amir. Ia juga akan mencoba merubah mindset pemuda, pasalnya para pemuda – pemudi melihat Kujang dan wewangian berupa menyan itu di anggap perdukunan atau mistis.

“Anggapan itu akan kita rubah terlebih dahulu, supaya kita satu frekuensi dulu, supaya para pemuda dan pemudi tertarik dan suka kepada budaya sunda. Dan saya yakin tanpa guyub tanpa menyatu sunda tidak akan bangkit lagi,” ujarnya.

Amir berharap, dengan diadakannya kegiatan ini pihak instan pemerintah wilayah mendukung dan mensupport kegiatan tersebut pasalnya kegiatan seni budaya sunda akan di adakan dua pekan sekali.

“Dan yang terpenting saya berharap pemerintah terutama Camat dan Lurah bisa mendukung program kami ini, karena kalo tanpa ada bantuan mereka program ini tidak akan bisa berjalan. Minimal dari pihak pemerintah bisa menyediakan makanannya, kita pemuda mengadakan kegiatannya, karena kegiatan ini tidak sedikit untuk mengeluarkan biaya, makanya kami butuh bantuan dari semua instansi pemerintah untuk yuk Sunda kita bangkitkan kembali,” harapnya. (ER/BC)

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *