B-CHANNEL, KOTA BOGOR- Warga Cemplang Baru Timur, RT 02, RW 09, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, resah dengan adanya aktivitas kegiatan pemerataan tanah atau cut and fill, untuk kepentingan pembangunan perumahan.
Keresahan dirasakan warga terkait saluran drainase yang berada di pemukiman yang tertutup akibat pembangunan perumahan, termasuk soal perizinan yang hingga kini tidak ada komunikasi dengan warga sekitar.
Tokoh warga Asep Kusmadiadi menuturkan, saluran drainase sudah sejak dulu ada di belakang pemukiman warga. Namun, saat ini sedang ada aktivitas pemerataan tanah yang informasinya untuk pembangunan perumahan.
Warga meminta agar drainase yang sudah ada tidak diganggu ataupun ditutup, karena drainase itu salurannya menembus ke irigasi.
“Saya kaget tiba-tiba ada alat berat (Beko) di lokasi tanah dan warga tidak tahu ada aktivitas pembangunan itu untuk apa. Saluran drainase disini sudah ada sejak dulu dan menjadi sarana antisipasi banjir, tapi oleh pihak kontraktor katanya saluran drainase akan ditutup,â€katanya kepada Wartawan kemarin.
Warga semua mengeluhkan aktifitas cut and fill itu, karena mengganggu kenyamanan lingkungan warga.
“Kami mohon aktivitas pembangunan cut and fill dihentikan dan diselesaikan dulu persoalan dengan warga, terutama soal izin warga dan perencanaan penanganan banjir di lokasi. Karena aktivitas pembangunan berpotensi menimbulkan banjir disini,†tegasnya.
Warga lain, Ibu Timbul mengaku dirinya tidak tahu aktifitas cut and fill dengan alat berat itu untuk apa.
Warga juga sudah mempertanyakan soal drainase kepada pihak pelaksana pembangunan. Saluran irigasi yang ada di pemukiman ini merupakan limpasan dari Sungai Cidepit. Apabila pembangunan tidak sesuai, maka akan terjadi banjir. Apalagi kalau saluran drainase warga ditutup, pasti akan banjir kedepannya.
Ketua RW 9, Dedi Irwan menambahkan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Lurah setempat.
“Jadi, saya koordnasikan nanti, untuk pembangunan perumahan ada di RW 13 dan RW 9, dan kemarin pihak kontraktor sudah datang menemui warga dan meminta maaf. Selain itu, warga disini juga mempertanyakan perizinan. Jadi soal izin juga kami belum tahu, apakah sudah ada izinnya atau belum, tapi aktifitas cut and fill sudah dilakukan di lokasi,”katanya. (**)




No comment