B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Pemantauan mobilitas warga menjelang perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Forkopimda.
Pemantauan kali ini cmenyasar ke pusat perbelanjaan baik tradisional maupun moderen, seperti mal dan pasar. Salah satu Pasar yang kerap menjadi potensi kesemrawutan dan kerumunan warga, yaitu Pasar Kebon Kembang dan Pasar Anyar.
“Kawasan Pasar Kebon Kembang atau Pasar Anyar setiap menjelang lebaran Idul Fitri selalu kesemrawutan dan potensi kebersihan yang menjadi ancaman di Pasar. Pemkot Bogor fokus untuk mencegah dan mengantisipasi kerumunan dan mobilitas warga di Mal dan Pasar, oleh karena itu, Pemkot Bogor melakukan koordinasi untuk secara teknis mengeluarkan kebijakan yang bisa di pahami oleh warga untuk mengikutinya,”kata Wali Kota Bogor Bima Arya dalam kesempatan kepada media, di Blok F Trade Center, Selasa (04/05/21).
Menurut Bima, untuk tahun ini atensinya bukan terkait kesemerautan dan kebersihan, lebih kepada mencegah naiknya kasus lonjakan Covid-19.
Kemudian Bima menambahkan, Kota Bogor mencatat angka terendah sepanjang masa pandemi, satu hari kasus Covid-19 hanya 13 orang ini relatif terkendali. Namun secara nasional ada indikasi kasus Covid-19 naik.
“Jadi kalo kita lalai, abai dan lengah, maka akan naik kasus Covid-19 ini, karena kerumunan dan mobilitas warga naik,” katanya.
Untuk itu Bima Arya mengimbau kepada warga Bogor untuk mempertimbangkan apabila ingin pergi ketempat-tempat umum.
“Kalau misalkan Pasar dan Mal penuh, sangat mungkin akan melakukan kebijakan untuk menutup sementara.Jangan sampai ada penumpukan kendaraan, kemacetan dan kesemerautan, sehingga terjadi kerumunan,” ucapnya.
Sementara itu ditempat yang sama, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menjelaskan, ada lima hal rekomendasi Satgas Covid-19 untuk pengetatan di pasar-pasar.
Pertama akses menuju ke Pasar Kebon Kembang hanya ada dua arus, diantaranya dari Dewi Sartika dan Sawo Jajar dan untuk akses keluar hanya satu jalur yakni ke jalan Pengadilan.
Apabila arus Dewi Sartika padat, Susatyo mengatakan, maka hanya bisa dilewati angkutan umum dan online, angkutan pribadi akan dilakukan pembatasan dari jam pagi sampai siang dan siang sampai sore hanya angkutan umum.
“Kedua, pengawasan dari petugas kesehatan dan cek point di dalam gedung Pasar di Blok F dan sekitarnya. Ketiga angkot tetap beroperasi hanya 50 persen dan tidak boleh ada angkot ngetem, Keempat bongkar muat hanya waktu tertentu dan terakhir soal dimensi keselamatan warga,” jelasnya.
Lalu Susatyo menambahkan, tiap ruas jalan di pasar harus bisa dilewati kendaran darurat, apabila ada parkiran atau lapak PKL, maka akan dibongkar karena demi keselamatan bersama.
Reporter: Erry Novriansyah




No comment