Mutiara Tersembunyi Ditengah Perkotaan, Muspika Bogor Selatan Panen Raya

IMG 20200619 000843

B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Diatas lahan pesawahan dan perkebunan seluas 4,5 hektare, Muspika Bogor Selatan ikut serta memanen cabai dan jagung hasil pangan Kelompok Tani Dewasa (KTD) Bina Pakuan, di RW 03, Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Didampingi Lurah Pakuan, Ketua LPM Bogor Selatan, para penyuluh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor dan tokoh masyarakat, tiga pimpinan wilayah, Camat, Kapolsek dan Danramil 0602 sekaligus meninjau lokasi budidaya hidroponik di lahan pertanian yang tersembunyi di tengah pusat perkotaan milik warga tersebut.

Mewakili Muspika, Camat Bogor Selatan Hidayatulloh mengapresiasi warga Kelurahan Pakuan dalam upaya menjaga ketahanan pangan dan kelestarian ekologi di tengah pandemi Covid-19 ini.

Camat juga memberikan dukungan penuh  KTD Bina Pakuan yang telah memanfaatkan lahan pertanian untuk kegiatan pertanian produktif.

“Tentu kita apresiasi dan memberikan dukungan penuh, dimana lahan pertanian yang digarap oleh petani kecil ini bisa menjadi kegiatan pertanian produktif kedepan. Apalagi sudah ada hasil panen yang dipetik. Intinya kita dorong, kita usulkan mekanisasi pertanian kepada KTD tersebut agar lebih efektifnya pengolahan lahan milik mereka melalui DKPP ke Kementrian Pertanian,” ujar Camat.

Lurah Pakuan Arief Hidayat menjelaskan, lahan pertanian seluas 4,5 tersebut adalah lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B). Lahan milik warga keluarga besar Haji Syirod tersebut dimanfaatkan kelompok tani dewasa (KTD) Bina Pakuan.

Arief mengatakan, ada tiga komoditi cabe merah, jagung dan ketimun di tanam di lahan LP2B. Dari luasan itu ada lahan untuk bidang peternakan, perkebunan pertanian dan rencananya untuk budidaya tanaman hidroponik.

Dirinya mengaku merasa bersyukur sekaligus memiliki kebanggaan dimana Kelurahan Pakuan yang wilayahnya termasuk perkotaan masih terdapat LP2B yang cukup luas.

“Alhamdulillah, di Pakuan masih ada unggulan komoditi-komoditi di bidang pertanian. Ini bisa saya dikatakan mutiara yang tersembunyi,” ujarnya.

Pada masa panen kali ini, produktivitas jagung mencapai 1,5 ton. Sedangkan cabai setengah ton. Untuk budidaya hidroponik sendiri, lanjut Arief, akan ditanami komoditi sayuran pada 10.000 lubang media tanam.

“Selain itu, ada juga rencana pengembangan ke perternakan maggot di area tersebut. Budidaya maggot tentunya akan terintegritas ke perikanan untuk pakan dan perkebunan sebagai pupuknya,” tambahnya.

Arief berharap lahan pertanian di yang ada tetap dijaga, dan minat para petani juga tentunya harus didukung dengan stabilnya harga komoditi di pasar.

“Jadi, jangan sampai merugi para petani. Ini juga untuk memotivasi minat para petani,” tandasnya.

Reporter: Erry Novriansyah/dr

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *