BOGORCHANNEL.ID-Â Kali kedua Ananda Tohpati maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat III Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur. Pada Pemilu 2019, Ananda Tohpati menempati peringkat ke dua memperoleh 20 ribu suara. Sedangkan untuk posisi pertama mendapat 21 suara.
“Ini kedua kali saya maju, sebelumnya selisih suara tidak terlalu banyak dengan yang terpilih. Jadi tidak jauh berbeda,”kata Ananda Tohpati saat menggelar jumpa Pers dengan Wartawan, di bilangan Sukasari Bogor Timur, Minggu (4/02/24).
Ananda juga menerangkan, dirinya untuk di Kota Bogor konsisten membantu masyarakat, dengan selalu siaganya lima unit mobil ambulans. Dengan hal tersebut dirinya berkeyakinan bisa meraih suara sebanyak 70 ribu untuk Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur.
“Ya, target 70 ribu suara untuk Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur,” terangnya.
Target tersebut, Ananda mengatakan dipasang dengan keyakinan konsisten berbuat untuk masyarakat Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur, yaitu dengan membina para petani juga membantu masyarakat yang salah satunya mensiagakan 5 unit mobil ambulans.
Lebih lanjut Ananda memaparkan, keinginan kembali maju menjadi wakil rakyat karena fashion dirinya agar berbuat lebih banyak bagi masyarakat, yaitu masuk dalam sistem. Kegiatan saat ini dirinya berbisnis, banyak bisnis yang melibatkan masyarakat atau dibidang lingkungan dan pertanian.
“Jadi diperjalanan bisnis saya menemukan menjadi hambatan terhadap dengan sistem. Kesiapan saya insyaallah lebih siap. Untuk Cianjur terpola di pertanian masyarakat nya, sehingga kami membina terus priode setelah sebelumnya tidak berhasil. Dari tahun 2018 sampai saat ini, kami masih berjalan membina petani di Cianjur,” tutur Ananda yang diketahui merupakan putra Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya Bakar.
Ananda juga kader Partai Nasdem ini membeberkan, jauh sebelum ibunya menjadi Menteri KLHK, keluarganya sudah merintis Non Govermental Organization (NGO) yang bergerak di bidang lingkungan, jadi itu tetap bergerak untuk berbuat bagi masyarakat dibidang lingkungan.
“Tetapi saya tidak mau dilihat anak siapa. Kalau ga boleh tau ya enggak bisa juga kan. Tapi kurang enak dan pas kalau mengetahui saya anak bu Menteri KLHK. Jadi saya ingin, saya dikenal sebagai pribadi yang berbuat untuk masyarakat dibidang lingkungan dan pertanian, ” bebernya. ***



